Postingan

Menampilkan postingan dengan label artikel komik

GEPPETTO: SANG RAJA BONEKA KAYU

Gambar
Penggemar cerita dongeng umumnya mengenal Geppetto sebagai seorang kakek tua yang kesepian dan berprofesi sebagai pembuat boneka kayu. Kehidupannya yang miskin, bersahaja, dan sederhana membuatnya tak banyak punya teman. Ia tinggal sebatang kara tanpa sanak famili, hingga akhirnya ia membuat sebuah boneka kayu menyerupai bocah laki-laki. Dalam do’anya Geppetto berharap boneka kayu ini mengisi hidupnya bagaikan putranya sendiri. Boneka kayu itu diberi nama Pinokio. Sang Peri Biru mendengar do’anya dan mengabulkannya: Pinokio pun berubah menjadi boneka yang hidup. Tetap berwujud kayu, namun hidup selayaknya manusia. Kelak Pinokio berdo’a agar dapat menjadi anak laki-laki sebenarnya, terbuat dari darah dan daging. Sekali lagi Ibu Peri Biru mendengar do’anya dan mengabulkannya. Geppetto dan Pinokio pun hidup bahagia. Begitulah ringkasan kisah Pinokio sebagaimana hasil rekaan Carlo Collodi, seorang penulis cerita asal Italia di tahun 1883. Kisah ini berkembang dan dikemas beraneka rupa, nam...

SNOW WHITE: TRAGEDI BUAH APEL

Gambar
Berbagai generasi lebih mengenal kisah Snow White, si gadis malang, berdasarkan cerita dongeng berabad-abad yang disadur oleh Grimm bersaudara di tahun 1857. Tokoh yang dalam versi aslinya, yaitu ceritera rakyat dari Jerman, bernama Schneewittchen sudah mampu memikat hati rakyat jelata. Gadis malang, cermin ajaib, ibu tiri yang jahat, tujuh kurcaci, apel beracun, mati suri, dan menikahi pangeran tampan. Itulah yang penggemar kenal, termasuk kita di Indonesia. Selama satu abad terakhir kisah malang berakhir bahagia ini tertanam kuat hingga akhirnya datang Bill Willingham, seorang penulis cerita asal Amerika, mengubah segalanya. Di tahun 2002 ia menerbitkan serial komik berjudul Fables, di bawah naungan penerbit DC Vertigo. Penerbit ini merupakan lini produk dari penerbit raksasa asal Amerika, yang mahsyur dengan serial Batman dan Superman. Melalui tangannya, Snow White mendapatkan roh dan kepribadian baru. Putri cantik jelita ini merupakan salah satu tokoh dongeng yang selamat dari pemb...

KOMIK ROMAN PERJUANGAN DALAM MAJALAH HAI

Tahun 2010 ini Indonesia sudah memasuki usia ke-65 dan ada banyak peristiwa bersejarah diabadikan dalam media cetak dan elektronik. Komik sebagai produk budaya populer menjadi media yang cocok untuk mengabadikan berbagai peristiwa bersejarah tersebut. Pengabadian yang dimaksud tentunya tidak serupa dengan karakteristik fotografi dan media audio serta visual lainnya. Perekaan ulang menjadi pendekatan yang paling memungkinkan diakomodir media komik. Jika kita kilas balik ke periode awal komik Indonesia, maka akan didapati saratnya tema perjuangan dalam bentuk komik. Baik dalam media komik strip, maupun komik buku. Kisah Pendudukan Jogja dibuat oleh Abdulsalam secara bersambung mulai 19 Desember 1948 di harian Kedaulatan Rakjat, Yogyakarta, adalah salah satu perintis komik perjuangan. Komik dalam format strip (baris) ini mengisahkan perlawanan bangsa Indonesia terhadap usaha pendudukan kembali Belanda. Sejak itu entah sudah berapa puluh (jika bukan ratus) judul komik tema perjuangan melaw...

MAHAKARYA HARI INI, MAHAKARYA ESOK HARI

Dalam satu tahun terakhir kita dapati para seniman komik generasi 60-an dan 70-an berkarya kembali. Beberapa di antaranya sudah melakukannya para beberapa tahun sebelumnya, namun ada sebagian yang benar-benar ‘pendatang baru’. Bagi pembaca penggemar Hasmi, Mansjur Daman, Kelana, Gerdi WK, Hans Jaladara, Djair Warni, dan lainnya tentu sangat bergembira. Betapa tidak, karena karya terbaru para pendekar senior ini tidak saja memberi nuansa nostalgia. Mereka juga membawa angin segar dan memotivasi para seniman komik muda untuk terus berkarya. Lalu seperti apa karya mereka hari ini? Masihkah layak mendapat perhatian? Mampukah generasi muda menikmatinya, sebagaimana para pendahulu mereka? Djair Warni mempersembahkan karya terbaru dari tokoh rekaannya, Jaka Sembung, dalam judul Jaka Sembung vs Si Buta Dari Gua Hantu (Pluz+, 2010). Beberapa lembar pertama merupakan intisari bergambar dari semua judul Jaka Sembung terdahulu. Semuanya dapat dianggap sebagai nostalgia, pengembali ingatan, serta p...

CINDERELLA: BUKAN LAGI PUTRI KACA MANJA

Gambar
“My name is Cinderella. Cindy to my friends. Don’t tell anyone, but I’m a spy. One of the best, even if I’m being humble. And there are times I love my job,” Begitu ucap Cinderella pada halaman pertama komik miniseri Cinderella: From Fabletown With Love. Cinderella seorang agen rahasia? Cinderella Si Putri Kaca itu? Lho koq bisa? Kita tentunya lebih mengenal tokoh dongeng ini dari buku-buku cerita masa kecil. Citra Cinderella pada film animasi produksi Walt Disney (1950) sudah kadung melekat. Ketika itu Cinderella adalah gadis cantik nan malang yang didzolimi ibu tiri dan kedua kakak tirinya, setelah ayah kandungnya wafat. Ia diperlakukan bagai budak, mengerjakan tugas kasar, dan dilarang bergaul bebas. Sampai akhirnya seorang ibu peri menolongnya untuk hadir pada pesta jamuan kerajaan walau hanya semalam. Pada pesta dansa itulah ia kehilangan sebuah sepatu kacanya, hingga kelak menikah bahagia dengan pangeran pujaannya.Riwayat Cinderella berhenti disitu dan tak kita ketahui lagi kel...

LOVE ME BETTER/ DRAGONSLIPPERS

Gambar
Monday April 24th 2006 at Kinokuniya Bookstore Plaza Senayan Jakarta, was definitely an entertaining night. At first I have to be honest to be sooooo nervous to be one of the speakers on this Love Me Better/ Dragonslippers book discussion. How couldn’t I? I was scheduled to be on the same stage with the legendary psychiatrist, Niniek L. Karim! Oh man, I never dreamt before to meet one of the famous lecturer/ scientist/ practitioner which I admired for so many years. I was black out when we shook hands. She was so friendly! It was at Starbucks when we talked many things about this Rosalind B. Penfold book with Lulu, Beng Rahadian, Ika Vantiani (moderator), Greti (Gramedia), Iwan Gunawan, among others. Rosalind was a Canadian and stayed for awhile when childhood in Indonesia. She doesn’t want to publish her real identity to public. Niniek said that she might not be fully recovered from trauma and her bitter experience. Wow she gave so many opinion that add my knowledge on this book. As ...

BUILDING COMICBOOK CHARACTER

Bahasa version originally presented and published for Comicbook Discussion: Building Comic Character, at Kinokuniya Bookstore, Pondok Indah Mall 2, Jakarta, a joint event by Kinokuniya Bookstore, Akademi Samali and KomikIndonesia.com, March 27th 2006 Just as in cinema, comic also recognizes leading actors/ actresses in every story. Each one has a role in building and gave the story life. Each role has a unique character, which in the end gave uniqueness in each script. In the history of world’s comic publishing, billions of comic characters were born (and died). Just like in cinema and other art media, a character will be remembered for eternal, and there are characters that will vanish from our memories. All depended on how the creator/ writer built their characters. Just as the Mighty Creator created this world and its inhabitants, comic writers also wanted to gave ‘life’ to their creations. Do you still remember those comic characters (and characters originally not in comic format) ...

GINA: KETIKA KOMIKUS TURUN GUNUNG

Gambar
Dipublikasikan di harian KORAN TEMPO: RUANG BACA, edisi Desember 2005 Bulan Oktober 2005 KomikIndonesia.com berulang tahun yang pertama. Perayaan ini terasa istimewa dengan diluncurkannya kembali komik pahlawan super Godam berjudul Mata Sinar X. Karya monumental alm. Widodo Noor Slamet (Wid NS) ini dicetak ulang dengan kemasan eksklusif berupa box hardcase. Tujuannya adalah menjadinya komik ini sebagai edisi koleksi yang patut dibanggakan. Namun ini bukanlah satu-satunya yang ikut meramaikan perayaan. Salah satu komikus terbaik Indonesia ikut turun gunung. Gerdi WK meluncurkan kembali tokoh pahlawan wanitanya, Gina. GINA (2005) merupakan karya terbaru yang ditulis Gerdi WK. Berawal dari aktivitas mengisi liburan, Gerdi WK tergerak untuk ikut mendukung visi KomikIndonesia.com. Bentuk dukungan terbaik menurutnya adalah berkreasi lagi dengan petualangan GINA terbaru. “Saya ingin memperkenalkan GINA kepada generasi kini, sekaligus mengajak pembaca lama bernostalgia,”tutur Gerdi WK dalam su...

ASTERIX AND THE CLASS ACT

ASTERIX AND THE CLASS ACT (Goscinny & Uderzo, Orion, 2003, ISBN 0752866400) Buku yang diterbitkan dalam bahasa Inggris ini sebelumnya diterbitkan dalam bahasa Perancis tahun 1993. Hingga kini belum diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Walaupun terbit dalam format buku tahun 1993, hampir semua cerita Asterix disini sudah pernah terbit sebelumnya dalam berbagai kesempatan. ASTERIX AND THE CLASS ACT merupakan kompilasi 14 komik strip Asterix sejak tahun 1962 hingga komik strip yang khusus dibuat Uderzo dalam rangka kompilasi ini. Halaman pertama berisi rangkaian kegiatan Vitalstatistix, sang kepala desa, saat konferensi pers dalam rangka penerbitan Asterix and the Class Act ini. Hanya satu halaman, dan Vitalstatistix menjawab berbagai pertanyaan hadirin selayaknya seorang bintang. Episode pertama, Asterix and the Class Act, sebanyak dua halaman pertama kali terbit di majalah berbahasa Perancis, Pilote #363, tgl 6 Okt 1966. Goscinny menulis kisah ini bertepatan dengan dimulainya tah...

CITRA JAKARTA HARI INI

Gambar
dipublikasikan pertama kali di Koran Tempo, suplemen Ruang Baca, 28 Juni 2009 “Jalan macet, copet, polusi udara, jalan berlubang, lalu lintas tak teratur, hingga banjir….” Mungkin tak banyak yang mengetahui pada tanggal 8 hingga 18 Juni 2009 lalu terdapat galeri poster di Sudirman City Walk, Jakarta. Mengambil tema Jakarta Oh Jakarta, sedikitnya ada 80 karya dari berbagai penjuru negeri yang ikut serta. Namun hanya 39 buah yang dipilih untuk ditampilkan. Galeri karya yang diadakan oleh Akademi Samali sesungguhnya bukanlah sesuatu yang baru. Sudah terlalu banyak kritik dan keprihatinan akan kondisi kota Jakarta hari ini dalam aneka bentuk. Mulai dari lukisan, karikatur, puisi, liputan media, keluhan masyarakat, bahkan hingga coretan graffitti di tembok jembatan layang. Sebagian masyarakat juga sudah mulai apatis, meski sebagian sisanya tetap optimis. Diadakan bersamaan dengan ulang tahun kota Jakarta di bulan Juni, partisipasi yang singkat dan kecil ini memiliki arti pe...

90 TAHUN RA KOSASIH: BAPAK KOMIK INDONESIA

Gambar
dipublikasikan pertama kali di harian Koran Tempo, suplemen Ruang Baca, 26 April 2009 Dalam waktu dekat akan diterbitkan Mahabharata, komik wayang karya (alm) Teguh Santosa yang pernah terbit sebagai bonus Majalah Ananda sekitar tahun 1980-an. Berbicara tentang komik wayang tak bisa dilepaskan dari RA Kosasih, legenda komikus yang populer dengan deretan komik wayangnya. Tanggal 4 April 2009 beliau memasuki usia ke-90 tahun, suatu usia yang sangat langka bagi kebanyakan manusia saat ini. Keadaan ini menjadi lebih mengagumkan bagi mereka yang sering berjumpa beliau. Sangat mudah baginya mengingat kiprah awal karir, kesulitan saat mengadaptasi kitab Mahabhrata yang legendaris, hubungannya dengan penerbit Melodie dan Maranatha yang membesarkan namanya, hingga perkembangan industri komik masa kini. Beliau bahkan dapat mengoreksi suatu pernyataan atau informasi yang keliru. Berapa banyak manusia di usia lanjut sepertinya memiliki kesehatan ingatan seperti RA Kosasih? Mereka yang dibesarkan p...

TRAGEDI KORBAN PERANG DALAM NOVEL GRAFIS

Gambar
dipublikasikan pertama kali di harian Koran Tempo, suplemen Ruang Baca, 25 Januari 2009 Mampukah komik menggugah nurani demi perdamaian? Banyak media mewartakan serangan militer Israel ke wilayah Gaza serta kondisi para korban, mulai dari media elektronik, cetak hingga internet. Cerita bergambar, atau komik dalam istilah populernya, ikut menjadi media yang merefleksikan tragedi kemanusiaan ini. Visualisasi dapat menjadi lebih dramatis, terutama karena ’pengendalian waktu’ berada di tangan pembaca. Mengamati sebuah panel gambar, dengan teks di dalamnya, berlama-lama dan berulang-ulang, dapat menggugah emosi dan empati secara signifikan. Karena muatan pesan di dalamnya, banyak komik dengan tema tragedi kemanusiaan ini tampak berbeda dengan kebanyakan komik pada umumnya. Faktor ini juga berimbas pada penataan panel, teknik gambar, gaya bercerita, bahkan dimensi ukuran buku. Aneka perbedaan ini membuatnya dikategorikan sebagai novel grafis, dimana komik tak lagi sebagai bacaan ringan yang ...

LEGION OF SUPER HEROES: KETIKA SUPER HERO REMAJA BERMAIN POLITIK

Gambar
Dipublikasikan pertama kali di harian Koran Tempo, suplemen Ruang Baca, Desember 2008 Penonton saluran Cartoon Network tentunya mengenal serial animasi televisi Legion of Super Heroes (LSH) yang hadir dua kali seminggu. Tampak sekelompok remaja jagoan super abad 31 bergabung membasmi kejahatan di seantero galaksi. Dua puluh lima remaja berkekuatan super ini berasal dari berbagai planet dari ribuan tata surya. Masing-masing memiliki kekuatan unik yang kadang dimiliki seluruh bangsa di planet asalnya, karena kekuatan super tsb bagian dari genetika mereka. Faktor kepribadian, kepemimpinan, dan kerja sama tim yang membuat mereka terpilih bergabung dalam LSH. Belakangan Superboy (tokoh Superman di saat remaja) juga bergabung. Serial animasi LSH adalah adaptasi dari serial komik terkenal yang sudah berusia lebih dari 40 tahun. Terinspirasi dari konsep Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), diciptakanlah sekelompok remaja untuk bersatu melawan ancaman semesta. Pada awalnya Cosmic Boy, Saturn Girl,...

BELAJAR SEJARAH PERANG DUNIA II MELALUI KOMIK

Gambar
Dipublikasikan di harian Koran Tempo, suplemen Ruang Baca, Juni 2008 Bagi mereka yang tak pernah lepas dari komik, baik komik Indonesia maupun mancanegara, tentunya tidak asing dengan tema peperangan. Mulai dari biografi para pejuang dan pahlawan, serta roman fiksi dengan setting suasana perang. Namun diantara itu semua tidak banyak yang berfokus pada kronologis peristiwa perang, terutama Perang Dunia II (PD II). Baru-baru ini penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) menerjemahkan dan menerbitkan rangkaian komik sejarah PD II sebanyak enam buku, berfokus pada keterlibatan Amerika Serikat dalam pertempuran melawan Jepang dan Nazi Jerman. Serial komik sejarah perang yang sebelumnya diterbitkan oleh Osprey Publishing, Inggris, 2007, untuk pasar usia pembaca 9 hingga 12 tahun ini terbilang menarik bagi siapa saja yang ingin mengenal PD II. Dikemas dalam ukuran standar komik Amerika, dengan ilustrasi dan variasi susunan serta bentuk panel yang juga khas komik Amerika, serial komik sejara...