Postingan

Menampilkan postingan dengan label komik

Pak Raden Sang Perintis Cosplay di Indonesia (1932-2015)

Gambar
Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun... Telah meninggal seorang seniman terbesar Indonesia yang pernah ada. Pak Suyadi, alias Pak Raden, wafat pada hari Jum'at 30 Oktober 2015 pk 22:20 WIB di RS Pelni Jakarta setelah sakit lama. Alm Pak Raden adalah seorang pendongeng, ilustrator, komikus & mungkin perintis cosplay di Indonesia. Jauh sebelum kita mengenal apa itu cosplay. Mereka generasi 70an, 80an & 90an tidak mungkin asing dgn nama Pak Raden & boneka2 karyanya, terutama Si Unyil. Hingga akhir hayatnya alm Pak Raden terus berkarya, meski kesehatannya tidak prima. Ia juga terus berjuang mendapatkan penghargaan yang pantas atas karya2nya, terutama HAKI karakter Si Unyil. Alhamdulillah saya bertemu dan bercakap2 dgn alm Pak Raden dalam beberapa kesempatan. Salah satunya ketika beliau memamerkan karya2nya di Bentara Budaya Jakarta, 29 April 2013. Ketika itu putri saya berfoto bersama Sang Legenda. Selamat jalan Pak Raden. Terima kasih telah menghiasi hidup kam...

CATATAN MENUJU FRANKFURT BOOK FAIR 2015

CATATAN MENUJU FRANKFURT BOOK FAIR 2015 (BAGIAN 1)   Saat tulisan ini dibuat, perhelatan akbar dunia buku (literatur, sastra, dan teman-temannya) sedang berlangsung di kota Frankfurt, Jerman, tanggal 14-18 Oktober 2015. Frankfurt Book Fair (FBF), yang sudah berlangsung selama 500 tahun dan terbesar di dunia, kali ini mengundang Indonesia sebagai Guest of Honour. Setiap tahun FBF mengundang sebuah negara untuk menampilkan kekayaan dan kemajuan literaturnya. Fokus FBF sendiri adalah tempat para pemangku kepentingan bertemu, berinteraksi, dan menjajaki peluang bisnis. Salah satu peluang bisnis yang dijajaki adalah jual-beli publishing rights berbagai buku. Dengan demikian setiap tahun FBF memiliki setidaknya dua agenda besar: ajang pertemuan dan peluang bisnis, serta ajang presentasi kekayaan literatur sebuah negara tamu.   Dalam sebuah periode waktu, saya sempat berpartisipasi aktif dalam persiapan FBF di Indonesia. Secara aktif saya terlibat dalam sektor komik. Se...

PELUANG DAN TANTANGAN KOMIK MENUJU MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015

BAGIAN 1 Dalam PopCon Asia 2014, sebuah ajang kreasi seputar komik, animasi, games , dan banyak lagi, saya diundang untuk menghadiri sebuah talk show . Ngga main-main, judulnya adalah ‘ Preparing Publishing Industries to Face AFTA .’ Pembicaranya adalah Hikmat Darmawan (Indonesia-penulis, jurnalis, kurator, editor, banyak deh), Lim Cheng Tju (Singapore-profesi seperti Hikmat), dan Peter van Dongen (Belanda-komikus Rampokan Jawa dan Selebes ). Lalu saya hadir sebagai apa? Ternyata sebagai tugas yang paling berat, yaitu moderator. Cukup lega karena ketiga narasumber sudah saya kenal bertahun-tahun, dan kami mudah berkomunikasi untuk persiapan. Singkat kata saya membaca banyak berita dan referensi jurnal ilmiah seputar Masyarakat Ekonomi ASEAN mulai akhir tahun 2015. Perihal AFTA (ASEAN Free Trade Area) saya sudah mengetahuinya sejak akhir dekade ’90-an. Akhir-akhir ini juga sering mendengar wawancara radio Prof. Hora Tjitra di Radio Brava 103.8 FM Jakarta. Beliau adalah pakar...

TROPIC OF THE SEA

Gambar
I’ve been a fan of the late Satoshi Kon’s works for so many years. His animation movies. This is the first time I read his comicbook, and for me it is a new experience. In many ways Tropic of the Sea has the same spirit, tone and atmosphere as Millenium Actress. And quite different compared to Perfect Blue or even Paprika. Tropic of the Sea was his first long-form manga, released in 11 installments in Kodansha’s Young Magazine between March & June 1990. Tropic of the Sea focused on faith and loyalty to a trust given to the main characters. Yosuke, a teen age boy, was trusted to take care of a ‘mermaid’s egg’ at his father’s shrine. The mermaid’s egg was originally trusted in the hands of Yosuke’s grandfather some 60 years ago, and he promised to look after it since that day. His son (Yosuke’s father) never believed the myth, though Yosuke’s late mother believed and adored mermaid-myths. The grandfather never disclosed the truth: did he meet a mermaid 60 years ago? Who or how e...

ENJAH: MAMPUKAH KOMIK MEMBANGUN ATMOSFIR HOROR?

Gambar
Judul: Enjah Penulis: Beng Rahadian/ Illustrator: Tomas Soejakto Kategori: Komik Penerbit: Cendana Art Media Tahun: 2013 Sudah lama saya tidak membaca komik dengan tema horror. Bahkan terakhir baca pun tidak ingat. Padahal saya termasuk penikmat genre horror pada media lain, seperti komik, film, novel. Tapi memang sudah lama tidak membaca komik genre horror. Kali ini dua orang sahabat saya berkolaborasi membuat Enjah, sebuah komik genre horror. Meski kedua orang ini sudah saya kenal cukup lama, tapi tak banyak saya ketahui rekam jejaknya dalam dunia horror. Memang, Beng Rahadian pernah menjadi storyboard untuk film horror. Tapi sebagai komik saya tidak ingat. Apalagi Tomas. Sama seperti media audio-visual lain, persyaratan sukses-tidaknya sebuah cerita horror hanya satu: mampukah membuat penikmatnya terbawa suasana horror? Syarat yang sama juga berlaku pada Enjah. Komik sepanjang total 160 halaman ini (bersihnya sebagai komik hanya 150 kurang) menjadi bahan...