Postingan

Menampilkan postingan dengan label resensi musik

Sara Bareilles in Concert: Konser Bawel Penakluk Mainstream Label

Gambar
Tennis Indoor Jakarta, 12 Mei 2011 Inilah nikmatnya konser Sara Bareilles. Jenaka, cantik, spontan, bisa piano, suara indah. Kebawelannya di atas panggung, adalah bonus dari keintiman yang diciptakannya. Silakan bermimpi di-ninabobo olehnya. +++ SARA BAREILLES akhirnya berjumpa dengan para penggemarnya di Indonesia. Salah satu rising indie star ini tampil dengan formasi band lengkap. Sekitar dua jam ia menghibur penonton dengan lagu-lagu dari dua albumnya, Little Voices dan Kaleidoscope Heart , plus beberapa lagu cove r artis lain. Sejak lagu ‘Love Song’ tinggi penjualannya di iTunes, Sara disorot banyak orang dan kritisi musik. Sudah lama dinantikan artis non-mainstream mampu menaklukkan dominasi artis mainstream label . Grammy Award pun menominasikannya sebanyak tiga kali. Kepada penggemarnya, Sara membawakan ‘Love Song’, ‘King of Anything’, ‘Basket Case’, ‘Gravity’, hingga sebuah jamming spontan yang dipersembahkan kepada publik Jakarta. Permainan piano ...

CHICAGO: FEELING STRONGER EVERYDAY

Plenary Hall Jakarta Convention Center, 27 Oktober 2012, promotor Enesha Entertainment Salah satu lagu andalan yang dibawakan gitaris/ vokalis Keith Howland ini tepat menggambarkan kharisma Chicago malam itu. They’re feeling stronger everyday! Betapa tidak, secara non-stop 2 jam mereka membawakan seluruh hits-nya. Kadang diselingi dialog dengan penonton dan tawa canda. Tapi Plenary Hall, Jakarta Convention Center malam itu bener-benar menggelegar dengan sound yang kencang. Ini adalah kali kedua band jazz-rock-pop asal Amerika Serikat ini hadir di Indonesia setelah tahun 1993, dengan formasi yang sedikit berubah. Keith menggantikan posisi Dawayne Bailey, Lou Pardini (kibor/ vokal) menggantikan Bill Champlin, Walfredo Reyes mengisi posisi perkusi yang sudah lama lowong. Walter Parazaider (saksofon) juga absen karena sakit. Sisanya adalah wajah-wajah tak asing: Robert Lamm (kibor/ vokal), James Pankow dan Lee Loughnane (brass section), Jason Scheff (bas/ vokal), dan Tris Imbo...

SHAH RUKH KHAN

Sabtu malam, 8 Desember 2012, menjadi pesta Bollywood akbar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor. Malam itu Shah Rukh Khan menjadi bintang utama, bersama para artis lainnya seperti Rani Mukerjee, Pretty Zinta, dan Bipasha Basu. Jika selama beberapa tahun terakhir pecinta musik Barat dan K-Pop terpuaskan, kini giliran penggemar Bollywood terhibur.  Seantero SICC sudah padat dengan penonton sejak berjam-jam sebelum pertunjukan yang ngaret dimulai. Konon seluruh tiket habis terjual malam itu. Benar-benar luar biasa! Tampak penonton dengan pakaian elegan memenuhi kelas VVIP, dan penonton di kelas lain membawa seluruh pernak-pernik artis pujaan. Sungguh suasana yang meriah! Pertunjukan dimulai dengan tayangan video para artis penampil, dan sambutan dari MC. Ketiga artis wanita tampil mendahului dengan masing-masing repertoire andalan, lengkap dengan koreografi standar Bollywood. Terbilang rapi dan memikat, sama halnya dengan penampilan di layar kaca. Mes...

YES: MASIH MAMPUKAH TERBANG TINGGI?

Gambar
Mungkin saya satu dari sedikit penggemar fanatik Yes yang tidak antusias dengan album terbarunya, Fly From Here (2011). Sudah dijadwalkan terbit di Jepang (Juni 2011) dan Eropa dan Amerika (Juli 2011), saya baru memesannya pada akhir Agustus 2011. Sejak pembatalan konser di Jakarta akibat insiden bom Hotel JW Marriot, saya seperti putus cinta dengan Yes. Pergi menonton mereka di Singapore pun tidak. Sejak tahun 2003 saya tidak tertarik mengetahui apapun yang terjadi dengan mereka. Meskipun demikian dari berbagai berita saya tahu bahwa Rick Wakeman mengundurkan diri karena enggan tur maraton lagi. Sudah tua dan ingin menikmati hari tua, katanya. Kalo rekaman dan sekali-kali manggung ok saja. Kelak ia digantikan putranya, Oliver Wakeman. Saya juga mengetahui saat Jon Anderson sakit asma parah hingga, konon, sempat dua kali mengalami ’near death experience’. Kondisi kesehatannya ini yang membuat rekan-rekannya di Yes mencari pengganti. Didapatkan Benoit David, vokalis band cover Yes,...

BADAI PASTI BERLALU CD

Gambar
buat yg ngga merhatiin, sejak minggu lalu CD Badai Pasti Berlalu (1977) sudah beredar di pasaran. Dikemas dgn format digibook, CD ini adalah yg paling ditunggu sepanjang masa. harga Rp 100rb dan hanya bisa ditemukan (sejauh ini) di counter CD/DVD semua toko buku Gramedia dan Movieplus. Tidak aneh krn label/ distributornya Vision Home Entertainment. Di tiap outlet hanya stok 3-5 keping. Terlepas dari kegembiraan ini, ada beberapa catatan dari saya: 1. Nampaknya rekaman diambil dari pita master. Suara terdengar jelas. Namun sayangnya produser (Didi Bofa) tidak banyak melakukan perbaikan. Terdengar nggeol, bergelombang, pada track-track pertama. Seandainya sound engineer-nya memberikan perhatian serius utk memperbaikinya. 2. Kata pengantar singkat sekali. Hanya mengucapkan terima kasih kepada Eros Djarot. Meski benar Eros yg mengarang hampir semua lagu (kecuali bbrp oleh Debby Nasution), hendaknya credit juga diberikan kepada semua yg terlibat di sini: Jockie, Chrisye, Berlian, Deb...

GEMURUH PROTES SOSIAL DARI KONSER REUNI SIRKUS BAROCK

Graha Bakti Budaya, TIM Jakarta, 20 Mei 2011 ”Semua lagu lama masih relevan hingga kini. Buat apa bikin lagu baru.” Begitu respon Sawung Jabo saat menjawab celetukan penonton di tengah-tengah penampilannya bersama Sirkus Barock, band bentukannya sejak 1976. Jawaban itu terdengar seakan lelucon, namun bagi yang paham latar belakang kelahiran setiap lagu Sirkus Barock tentunya mahfum bahwa Jabo tidak sedang berkelakar. Jum’at (20/5) di hadapan sekitar 1000 penonton, padahal kapasitas duduk Graha Bakti Budaya sebanyak 800 kursi, Jabo membuktikan ucapannya. Nyaris semua kritik setiap lirik, termasuk karya yang ditulisnya bersama Swami, Kantata Takwa, Dalbo, dan lainnya, memang masih menggambarkan kondisi hari ini. Mari sejenak perhatikan lirik Bongkar: ” Penindasan serta kesewenang-wenangan Banyak lagi teramat banyak untuk disebutkan Hoi hentikan hentikan jangan diteruskan Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan” Lagu yang ditulis Jabo bersama Iwan Fals semasa band ...

TEARS FOR FEARS LIVE IN SINGAPORE 2010

Gambar
Everybody still wants to rule the world..... I’ve been to several music concerts in this 2010, but Tears For Fears was personal for me. From all live performances in 2010, TFF was the only one I’ve been following since their first The Hurting in 1983. Oh my God, it’s been more than 25 years! And this was the first time I watched TFF live! Going to the concert was a 50-50 chance for me, since it was officially published. I moved to a new job this year, and as usually happened to most people, getting permission for a leave by your boss was one step to impossible. However, the ticket was already purchased and there was a risk I’d lose everything. I was very lucky having an understandable boss for giving me permission to went overseas, and of course there was a price: hard work and hitting the target. Oh well, I can live with that =) So there I was, standing in front of Sentosa Resorts World Convention Center, Singapore with my friends, who worked and lived in this Merlion country. As you’...