Postingan

FAVOURITE ALBUMS 2009

Favorit? Ya, memang favorit karena inilah album-album yang paling sering saya putar selama tahun 2009. Mungkin bukan yang terbaik, tapi ini yang paling digemari. Urutan tidak berdasarkan peringkat. Murni seingatnya. Daftar di bawah terbatas pada album-album yang sempat saya peroleh. Sayangnya ada banyak album 2009 yang saya belum miliki atau dengar seperti Transatlantic, John Mayer, Michael Buble, Jamie Cullum, Norah Jones, Them Crooked Vultures, Barbra Streisand, dll. Indonesia: 1. Efek Rumah Kaca-Kamar Gelap 2. Chandra Satria-Ingatlah Diriku (sayangnya cuma 4 lagu) 3. Lala-Stars 4. The Trees and The Wild-Rasuk 5. Jubing Kristanto-Delman Fantasy 6. Vierra 7. Tika-The Headless Songstress 8. RAN-Friday 9. Anda-In Medio 10. Endah ‘n Rhesa-Nowhere To Go Asing: 1. Katy Perry-One of the Boys 2. Steven Wilson-Insurgentes 3. Gino Vannelli-A Good Thing 4. OST Bandslam 5. OST (500) Days of Summer 6. Muse-The Resistance 7. Florence and The Machine-Lungs 8. Taylor Swift-Fearless 9. Colbie Caillat...

GINA: LAILA

Gambar
Judul: GINA: LAILA Pengarang: Gerdi WK Penerbit: Anjaya Books Tahun: 2009 Jumlah halaman: 203 Setelah 25 tahun tidak mengudara (maksudnya terbang, bukan siaran radio) Gina kembali menyapa kita dengan,”Apa kabar? Lama tak jumpa.” (halaman 8). Inilah pertama kalinya Gina datang dengan cerita utuh dan sebagai tokoh utama. Sepanjang 203 halaman, dengan kertas berukuran nyaris standar komik Amerika, sang penciptanya Gerdi Wiratakusuma (biasa dikenal dengan Gerdi WK) memperlihatkan kemampuannya yang semakin sempurna. Gina: Laila dikemas secara mewah, hard cover dan sampul jaket. Walau tampil setelah 25 tahun, sebenarnya Gina sempat hadir cameo. Seorang gadis metropolitan abad 21 dipercaya sebagai pewaris kesaktian Gina. Ia yang bernama Dina sempat tampil sebanyak dua edisi di tahun 2005 dan 2006. Gerdi WK ketika itu menampilkan sosok gadis remaja yang sempat tidak siap dengan anugerah yang diterima. Jiwa kepahlawanannya tampil begitu saja, terpanggil melihat berbagai masalah di sekitar lingk...

BUS RAPID TRANSIT (BUSWAY) part 2: BOGOTA, MEXICO CITY, GUADALAJARA & PEREIRA

Pertengahan Oktober 2009 selama dua minggu saya ikut serta dalam rombongan studi banding penerapan bus rapid transit (alias busway) di 4 kota di dua negara: Mexico City dan Guadalajara (Meksiko), serta Bogota dan Pereira (Kolombia). Tujuan studi banding ini untuk melihat penerapan busway di 4 kota tsb, bagaimana mereka menangani masalahnya, membandingkannya dengan masalah bus rapid transit/ busway DKI Jakarta, dan menindaklanjutinya sesuai dengan kapasitas masing-masing peserta. Oya pesertanya terdiri dari perwakilan ITDP Indonesia, DPRD DKI Jakarta, TransJakarta Busway, Bike To Work, Suara TransJakarta (komunitas pengguna busway), TVOne, Kompas, Green Radio, serta kami sendiri. Ada beberapa fakta menarik hasil studi banding ini. Saya akan menceritakannya satu per satu. Agency (pengelola) busway di 4 kota ini berada di bawah Pemerintah Kota masing-masing. Sama seperti Transjakarta Busway di bawah Pemerintah Provinsi (karena DKI adalah kota merangkap provinsi) DKI Jakarta. Judul bentuk ...

BUS RAPID TRANSIT (BUSWAY) part 1: DKI JAKARTA

Salah satu transportasi umum yang paling populer di DKI Jakarta dalam 5 tahun terakhir adalah bus rapid transit (BRT) yang lazim dikenal dengan nama Busway. Diselenggarakan oleh TransJakarta Busway, yang merupakan agency BRT di bawah Dinas Perhubungan, DKI Jakarta. Melihat betapa mendesaknya penanganan kemacetan kota Jakarta, tidak heran jika banyak pihak yang memperhatikan dengan teliti kinerja Busway. Kebetulan dalam setahun terakhir saya aktif menggeluti sepak terjang TransJakarta Busway, serta berbagai problema transportasi massal, saya terpanggil untuk menuangkan buah pikiran dan berbagi dengan para pengguna jasa publik ini, termasuk mereka yang belum menggunakan jasanya. Banyak yang tak menyadari bahwa busway (gampangnya busway aja ya, dibanding BRT) sesungguhnya adalah konsep sistem kereta api dalam bentuk bus. Bayangkanlah suatu sistem kereta api, lengkap dengan lokomotif, gerbong, stasiun, sistem tiket, sistem kendali, lampu kendali, dll. Sudah? Setelah terbayang, gantilah lok...

SATORU SHIONOYA GROUP

Ketika jadwal penampilan Dji Sam Soe Super Premium JakJazz 2007 dirilis, banyak yang asing dengan nama para artisnya. Satoru Shionoya (Jepang) termasuk satu diantaranya. Warna musik dan kiprahnya tak banyak dikenal. Namun penampilan Satoru Shionoya Group pada Jum’at malam, 23 Nov 2007 mengubah keraguan penonton. Band beranggotakan lima musisi ini membuat penonton terus bergoyang, berdecak kagum, dan tak meninggalkan arena hingga mereka tampil lagi untuk sebuah encore. Satoru Shionoya Group hadir berkat The Japan Foundation bersama seluruh personil yang melahirkan album Hands of Guido (2006), dan juga memainkan hampir semua tembang dalam album tsb. Satoru (grand piano), Yoshito Tanaka (gitar, produser), Katsumi Hirashi (bass), Eiji Tanaka (drum) dan Masatoshi Kainuma (perkusi) membuktikan bahwa janji mereka saat konferensi pers tidaklah omong kosong. Kelima musisi mempertontonkan kemahiran bermusik tingkat dunia, dengan ketrampilan tingkat tinggi dan luasnya wawasan musik diluar musik j...

KOOL & THE GANG

dipublikasikan di majalah Sound Up edisi Desember 2007 Lupakanlah artis yang lain, karena malam ini milik Kool & The Gang. Mungkin kalimat ini terasa provokatif, tapi benarlah kenyataannya. Minggu, 25 Nov 2007, pada malam terakhir JakJazz 2007, penampilan Kool & The Gang adalah yang paling dinantikan. Penonton sudah mengantri penuh di semua pintu masuk, dan rasanya antrian tak kunjung habis. Pertunjukan sempat terlambat karena sedang perbaiki sound system. Sebelumnya saat Don Grusin manggung, ada beberapa gangguan. Semoga saja gangguan ini tidak separah penampilan perdana Kool & The Gang di Jakarta tahun 1983. Kool & The Gang langsung mengajak penonton bergoyang dengan Fresh. Formasi band yang sudah jauh berubah sejak masa keemasannya dua dekade lalu, tidak tampak ada penurunan. Robert ‘Kool’ Bell (sax), Khallis Bayyan (dulu bernama Ronald Bell; bass), dan George Brown (keys), didampingi 9 personil lainnya seakan tak ada matinya. Dengan deretan musisi yang atraktif, ras...

DIAN PRAMANA POETRA-Live in Concert

DIAN PRAMANA POETRA-Live in Concert: I Like Monday, Hard Rock Café Jakarta, 9 Agustus 2004 Akhirnya setelah sekian tahun vokalis/ komposer/ musikus legenda Indonesia, DIAN PRAMANA POETRA manggung dihadapan para penggemarnya. Tampil beserta musisi kaliber atas dan sederet bintang tamu, Dian PP mampu menyanyikan belasan lagu dengan aransemen baru yang terasa segar dan bersemangat. Acara dimulai jam 23.00 WIB dan Dian PP langsung menghentak dengan Kubawa Kau Serta. Aransemen jazzy lagu lawas ini benar-benar membuat kerinduan masa awal karir Dian PP terlunasi. Setelah menyapa para penonton, Dian melanjutkan dengan hit pertamanya Melati Di Atas Bukit. Lagi-lagi dengan aransemen baru membuat kita takjub menyaksikan bagaimana seorang Dian tak kunjung kehilangan kreativitas. Penonton tak henti-hentinya bernyanyi bersama dan ini membuat Dian juga terpesona. Maklumlah mereka yang berdiri di hadapan panggung termasuk generasi muda. Generasi yang mungkin malah belum lahir atau balita saat Melati d...