Postingan

ERLANGEN COMIC SALON: PART 3

Gambar
Keesokan harinya, Selasa 5 Juni 2012, kami mendatangi Rathaus (balaikota) untuk registrasi ulang dan menyelesaikan berbagai administrasi.  Mengapa balaikota? ECS memang merupakan program yang diinisiasi Pemerintah Kota Erlangen tahun 1984. Saat itu pemrakarsanya adalah Karl Manfred Fischer, yang ketika itu menjabat Kepala Program Budaya dan Seni, Departemen Kebudayaan Pemerintah Kota. Selain ECS ada beberapa acara dan programlain yang dibuat, karena Fischer bercita-cita ingin memberi Erlangen identitas sebagai kota seni dan budaya. Bisa dibilang pria berusia 76 tahun inilah Bapak Erlangen Comic Salon. Rathaus Erlangen menjadi pusat kegiatan ECS tahun 2012 ini, dan seluruh venue tersebar di 24 tempat.  Ada banyak kegiatan pada ECS ke-15 ini yang meliputi diskusi panel besar dan kecil, pameran seni dan komik, jumpa artis, pemutaran film dan animasi, aktivitas seni untuk anak-anak, gubuk-gubuk mewah untuk komik dan komunitas indie, workshop, pentas musik, cosplay, dan lain...

ERLANGEN COMIC SALON: PART 2

Gambar
Senin, 4 Juni 2012 dimulai dengan sarapan pagi bersama di hotel. Menyenangkan sekali rasanya suasana pagi yang sejuk, ditemani dengan secangkir kopi panas dan sarapan khas Eropa: roti, mentega, selai coklat, dan selai buah, serta jus jeruk. Di sela-sela sarapan kami merencanakan kegiatan hari itu, yaitu mengurus administrasi ECS ke kantor Walikota bidang Kebudayaan, melihat persiapan pameran di gedung Siemens AG, serta orientasi kota. Usai sarapan sembari bersiap, saya menyempatkan diri memotret suasana sekitar hotel. Kami semua menumpangi bus kota menuju pusat kota Erlangen yang berjarak 5km, dengan jarak tempuh sekitar 15 menit. Pemberhentian utama bus adalah Erlangen Bahnhof, alias stasiun kereta api. Suasana sekitar stasiun kereta api dan halte bus, termasuk ramai pagi hari itu. Maklumlah, banyak orang mulai beraktivitas di hari Senin ini. Kami menyusuri jalan menuju jalan Gebbertstraße, kantor dimana Christine Auernheimer berada. Perempuan ini, yang belakangan saya ketahui m...

ERLANGEN COMIC SALON: PART 1

Gambar
Siang itu suasana di kota Frankfurt tidak terlalu menyenangkan. Hujan nyaris deras. Saya bersama Devi Veriana baru tiba di salah satu kota besar di negeri Jerman setelah menempuh perjalanan selama lebih dari 20 jam (termasuk transit di Dubai, UAE selama 4 jam). Hari itu hari Minggu, 3 Juni 2012. Cukup pegal dan penat tubuh ini, karena senyaman-nyamannya kursi pesawat terbang Emirates (dan hidangan yang lezat), tetap saja pegal-pegal. Cukup tidur di pesawat membuat saya dan Devi tidak diorientasi waktu, alias jetlag. Kami berdua datang ke Jerman sebagai bagian dari rombongan Comiconnexions, sebuah program apresiasi budaya dalam bentuk komik antara Jerman dan Indonesia. Program ini sendiri diprakarsai oleh Goethe Institut Jakarta, tempat Devi bekerja. Saya sendiri bertugas sebagai kurator Comiconnexions yang sudah bertugas sejak April 2011. Dengan demikian saya sudah bertugas selama lebih dari satu tahun. Comiconnexions mempertemukan budaya komik kedua negara, untuk bisa saling menge...

Cities I've Visited

Gambar
Medina, Saudi Arabia Mecca, Saudi Arabia Singapore, Singapore New York City, NY, USA Jakarta, Indonesia Kuala Lumpur, Malaysia Bali, Indonesia Create your own travel map or travel blog . Find vacation rentals at TripAdvisor

KOMUNITAS SEBAGAI POTENTIAL BUYER?

Ketika sebuah produk dipasarkan, baik barang maupun jasa, yang umumnya dilakukan pertama kali adalah memasarkannya kepada calon pelanggan. Penentuan siapa calon pelanggan sangat menentukan kesuksesan penjualan produk. Di dunia yang serba majemuk dan tersebar ini, menjual produk yang segmented merupakan suatu usaha tersendiri. Disebut segmented karena produk ini umumnya dinikmati atau diminati terbatas oleh sekelompok masyarakat, dikarenakan karakteristik dan keunikan produknya. Dalam satu setengah dekade terakhir ini merebak wabah komunitas, baik dunia nyata maupun maya. Ada bahkan yang beranggotakan lebih dari 2000 orang, dan tersebar di seluruh Indonesia. Teknologi internet membuat kondisi geografis tidak lagi menjadi kendala untuk berkomunikasi. Dalam kaitannya dengan pemasaran suatu produk segmented pada paragraf awal di atas, seyogyanya anggota komunitas adalah target konsumen yang sangat memiliki prospek. Berita pemasaran pun lebih mudah karena media internet lebih mudah, lebih...

TOO OLD TO DO THIS AND THAT

Suatu malam saya bertemu seorang kawan lama di sebuah konferensi pers peluncuran film. Di tengah obrolan, tibalah pada pembicaraan bahwa di Indonesia umumnya orang merasa sudah tua setelah melewati usia 30 tahun. Berbeda dengan sebagian orang di negera Barat, dimana hingga 50-60 tahun pun mereka masih muda. Apa yang dimaksud dengan ‘merasa sudah tua’? Kami berdua sampai pada kesimpulan, bahwa yang dimaksud dengan ‘merasa sudah tua’ adalah merasa terlalu tua untuk melakukan hal-hal yang dulu sering dilakukan (sebelum usia 30). Katakanlah kongkow-kongkow dengan teman (baca: hang out), jalan-jalan petualangan (baca: kemping, hiking, mancing, dll), menikmati alam secara pasif (baca: piknik, sight-seeing), hiburan (baca: nonton film, pertandingan olah raga, atau konser musik), dan kegiatan lainnya. Tentu saja pendapat kami berdua ini berdasarkan pengamatan kepada rekan dan keluarga sekitar. Kami berdua ini, yang bagi sebagian orang mungkin aneh, masih aktif dan tidak pernah merasa ter...

YES: MASIH MAMPUKAH TERBANG TINGGI?

Gambar
Mungkin saya satu dari sedikit penggemar fanatik Yes yang tidak antusias dengan album terbarunya, Fly From Here (2011). Sudah dijadwalkan terbit di Jepang (Juni 2011) dan Eropa dan Amerika (Juli 2011), saya baru memesannya pada akhir Agustus 2011. Sejak pembatalan konser di Jakarta akibat insiden bom Hotel JW Marriot, saya seperti putus cinta dengan Yes. Pergi menonton mereka di Singapore pun tidak. Sejak tahun 2003 saya tidak tertarik mengetahui apapun yang terjadi dengan mereka. Meskipun demikian dari berbagai berita saya tahu bahwa Rick Wakeman mengundurkan diri karena enggan tur maraton lagi. Sudah tua dan ingin menikmati hari tua, katanya. Kalo rekaman dan sekali-kali manggung ok saja. Kelak ia digantikan putranya, Oliver Wakeman. Saya juga mengetahui saat Jon Anderson sakit asma parah hingga, konon, sempat dua kali mengalami ’near death experience’. Kondisi kesehatannya ini yang membuat rekan-rekannya di Yes mencari pengganti. Didapatkan Benoit David, vokalis band cover Yes,...